Forum Uji Material & Inspeksi Teknik

FORUM UJI MATERIAL & INSPEKSI TEKNIK (FUMIT)
TENTATIVE PROGRAM 2009/2010
NO SESI NAMA JUDUL/TOPIK TANGGAL/
WAKTU/TEMPAT/
Moderator/
Ketua
         
1 A Dr. Roziq Himawan (BATAN) Tantangan Pengembangan di Bidang Uji Tak-rusak 28 Oktober 2009/
09.00–11.00
PATIR-BATAN/
Agus Salim/
Sigit BS
  B    
2 A Ir. Agus Salim
(PT Radiant Utama Interinsco)
  Nopember
2009
  B    
3 A Drs. Sutrasno, M.T   Desember 2009
  B Dr. Ing. May Isnan  
8 A Moch. Rochili
(AUTRI)
Automatisasi
Teknik Elektro Magnetik Inspection ( EMI ) untuk pemeriksaan Pipa –Pipa
Pengeboran Minyak.
Mei
2010
  B    
11 A Ir. Sigit Budi Santoso
(PATIR-BATAN)
APLIKASI TEKNOLOGI RADIOISOTOP UNTUK OPTIMASI & DIAGNOSIS
MALFUNGSI KILANG PROSES INDUSTRI
Oktober 2010
  B    





NO SESI NAMAPEMBICARA/JUDUL/TOPIK/RINGKASAN
EKSEKUTIF
     
1 A Roziq
Himawan.


Tantangan Pengembangan
di Bidang Uji Tak-rusak

. Tidak dipungkiri lagi bahwa saat ini telah banyak
dimanfaatkan aplikasi uji tak rusak di Indonesia pada berbagai jenis
industri, baik di bidang manufaktur, bidang energi, bidang transportasi, dan
lain-lainnya. Namun, dalam pelaksanaan kesehari-harian masih sangat kental ketergantungan kita pada luar negeri baik secara hardware dan software maupun terkadang
pada sumber daya manusianya.Dalam presentasi yang
disampaikan dalam forum diskusi uji material kali ini, akan disampaikan
terkait dengan tantangan dan peluang untuk pengembangan di bidang uji
tak-rusak yang terkait dengan hardware dan software serta
pengembangan sumber daya manusia.Terkait dengan software,
penerbitan Standar Nasional Indonesia (terkait metode pengujian dan
sertifikasi personel) untuk bidang uji tak-rusak sangat diperlukan dalam
rangka melindungi kepentingan Nasional. Meskipun saat ini sudah ada banyak
SNI terkait dengan uji radiografi, namun untuk metode pengujian yang lainnya
masih sangat minim.Terkait dengan hardware,
dalam rangka menuju kemandirian bangsa, penguasaan teknologi pembuatan
peralatan yang diperlukan dalam uji tak-rusak sangat diperlukan. Di samping
akan mengurangi ketergantungan terhadap luar negeri, hal ini sekaligus akan
meningkatkan kemampuan litbang dan juga akan berdampak pada penghematan
devisa negara. Dengan adanya perkembangan dalam bidang pendidikan serta
penelitian dan pengembangan di Indonesia, peluang pelaksanaan penelitian di
bidang uji tak-rusak terbuka lebar. Karena untuk pengembangan ini diperlukan
dana yang tidak sedikit, maka skema pembiayaan harus dibuat sedapat mungkin
dengan melibatkan banyak pemangku kepentingan yang terkait dengan uji
tak-rusak. 
  B  
2 A  
  B  
3 A  
  B  
4 A  
  B  
5 A  
  B  
6 A  
  B  
7 A  
  B  
8 A Moch. Rochili.

Automatisasi Teknik Elektro Magnetik
Inspection ( EMI ) untuk pemeriksaan Pipa –Pipa Pengeboran Minyak.

Penggunaan
Teknik Magnetik Partikel untuk pemeriksaan cacat-cacat permukaan pada logam
yang berbasis ferro material sudah banyak dilakukan di berbagai sector
industry yang penggunaanya sangat sederhana dan mudah dipahami.Automatisasi
Teknik EMI memanfaatkan prinsip-prinsip dasar
proses magnetisasi padamaterial ferro
pada daerah yang terindikasi cacat permukaan, yang selanjutnya diproses
dengan teknik merubah besaran medan magnit ke dalam pulsa-pulsa listrik oleh
sensor sebagai data input. Scanning sepanjangpipadilakukan secara otomatis
dengan menggunakan motor servo. Hasilnya dapat ditampilkan dalam layar
computer dan data hasilnya dapat langsung ditransfer ke inspector yang
berwenang melalui internet.
  B  
10 A  
  B  
11 A Sigit Budi Santoso. APPLICATIONS OF RADIOISOTOPE TECHNOLOGY FOR OPTIMIZING &
DIAGNOSING MALFUNCTION ON INDUSTRIAL PROCESS PLANT
.
At present most
industrial plant such as chemical, petrochemical, mining, oil & gas plant
use a continuos process in large scale so the continuity and the optimization
of their operation have to be kept in order to operate efficiently. Radioisotope
Tracer & scanning technique can be used for diagnosing problems occurred
in the plant. Problems that can be diagnosed by those techniques are missing
tray, catalyst level, weeping, foaming, leakage in Heat Exchanger or any
systems, dead volume and fluid flow rate. The advantages of these techniques
are easy, quick, and can be conducted at on-line operation. Therefore, the plant's personnel can quickly define the
cause of the malfunction and determine the time scheduled of shut down, and
also shorten the shut down time. This paper will discuss the basic principle
and the application of the tracer & scanning technique and also some case
studies done by Center for Application of Isotope & Radiation Technology
(PATIR)-BATAN.
Sigit Budi Santoso. APLIKASI


TEKNOLOGI
RADIOISOTOP UNTUK OPTIMASI & DIAGNOSIS MALFUNGSI KILANG PROSES INDUSTRI

. Saat ini industri kimia, petrokimia,
pertambangan, minyak dan gas umumnya menggunakan proses kontinyu skala besar
sehingga kontinyuitas dan optimalisasi pengoperasiannya harus dijaga agar
pabrik dapat beroperasi secara efisien. Untuk itu, teknik tracer dan scanning
dengan menggunakan radioisotop dapat dimanfaatkan untuk membantu mendiagnosis
masalah yang mungkin timbul pada saat operasi sedang berjalan. Masalah yang
dapat didiagnosis dengan kedua teknik tersebut adalah tray lepas, level
katalis, weeping, foaming, kebocoran HE atau sistim, volume mati dan laju
aliran fluida.. Keunggulan teknik
ini pelaksanaannya mudah, cepat dan dapat dilakukan pada saat pabrik tetap
beroperasi sehingga personil pabrik dapat segera memastikan penyebab
malfungsi bejana proses dan menentukan waktu shutdown, serta memperpendek waktu shutdown. Makalah ini akan membahas secara ringkas prinsip dasar
dan manfaat teknik tracer & scanning serta beberapa studi kasus yang
pernah dilakukan oleh Pusat Aplikasi Teknologi Isotop & Radiasi (PATIR)-Batan
dalam rangka membantu memecahkan masalah yang terjadi di Industri.
 
  B